Ketemu "keluarga", tapi kok malah bikin tertekan dan cemas?
Bagi sebagian orang, kumpul keluarga adalah momen yang menyenangkan. Bertemu kerabat yang sudah lama tidak berjumpa, makan bersama, berbincang, dan bertukar cerita bisa menjadi pengalaman yang hangat. Namun, bagi sebagian orang lainnya, undangan gathering atau reuni keluarga justru bisa memunculkan rasa enggan.
Mulai dari memikirkan alasan untuk tidak datang, merasa tegang beberapa hari sebelumnya, sampai membayangkan pertanyaan apa saja yang akan muncul saat bertemu keluarga.
“Kapan menikah?”
“Kerja di mana sekarang?”
“Anaknya kapan?”
“Kariermu gitu-gitu aja kok belum kayak sepupumu?”
Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin terdengar biasa bagi orang lain. Namun, dalam kondisi tertentu, komentar atau pertanyaan dari keluarga dapat terasa menekan, terutama ketika menyentuh hal-hal yang sedang menjadi sumber kekhawatiran atau kerentanan pribadi.
Akibatnya, acara keluarga yang seharusnya menjadi momen berkumpul justru dapat menjadi sumber stres.
Lantas, mengapa pertemuan keluarga bisa membuat seseorang merasa cemas? Dan apakah rasa enggan menghadiri acara keluarga berarti seseorang mengalami social anxiety atau kecemasan sosial?
Mengapa Acara Keluarga Bisa Memicu Social Anxiety ?
Dalam situasi tertentu, merasa gugup, tidak nyaman, atau lelah menghadapi interaksi sosial merupakan respons yang dapat terjadi secara wajar. Rasa tidak nyaman saat menghadiri acara keluarga tidak selalu berarti seseorang mengalami gangguan kecemasan (anxiety disorder).
Lantas, kapan rasa tidak nyaman dalam situasi sosial mulai perlu diperhatikan?
Salah satu hal yang perlu dilihat adalah seberapa kuat kecemasan tersebut, seberapa sering terjadi, apakah membuat seseorang cenderung menghindari situasi sosial, dan sejauh mana hal tersebut mengganggu kehidupan sehari-hari.
Pada Social Anxiety Disorder (SAD) atau gangguan kecemasan sosial, seseorang dapat mengalami ketakutan atau kecemasan yang intens dalam situasi sosial karena merasa dirinya akan diamati, dinilai, atau dipermalukan oleh orang lain. Kecemasan ini dapat membuat seseorang menghindari situasi sosial tertentu atau tetap menghadapinya dengan tekanan yang cukup besar.
Tanda-Tanda Social Anxiety Disorder
- Peningkatan detak jantung
- Berkeringat berlebihan
- Kesulitan bernapas
- Mual atau muntah
- Diare
- Ketegangan otot
- Penurunan kesadara

Cara Mengatasi Social Anxiety
Mengalami kecemasan saat menjelang acara keluarga atau situasi sosial lainnya bukan berarti perlu selalu menghindarinya. Untuk menghadapi kecemasan itu, ada hal-hal yang bisa kita lakukan:
-
Buat Rencana
Salah satu strategi terbaik untuk mengatasi gangguan kecemasan sosial pada pertemuan keluarga adalah memiliki rencana. Membuat daftar hal-hal dan orang-orang yang harus Anda hindari dapat mencegah Anda terjebak dalam situasi yang tidak nyaman. Anda juga dapat menulis daftar topik yang Anda rasa nyaman untuk dibicarakan.
-
Kenali Lokasi untuk Menemukan ‘Safe Place’
Ketahui ke mana Anda akan pergi sebelumnya dan pilih tempat di lokasi tersebut yang dapat menjadi “safe place” yang dapat dikunjungi ketika Anda merasa kewalahan. Pilih lokasi alternatif untuk menjauh sejenak saat di acara keluarga, di mana Anda bisa menenangkan diri tanpa ada yang mengganggu.
Misalnya, lokasi di sebuah gedung, mungkin ada kafe terdekat di seberang atau samping gedung, di mana Anda bisa duduk sebentar untuk menenangkan diri. Atau jika tidak memungkinkan, pelajarilah lokasi toilet atau mushola yang ada di gedung tersebut, yang mungkin bisa Anda gunakan untuk meredakan rasa cemas.
-
Jangan Terlalu Memikirkan Komentar Negatif
Banyak dari kita memiliki satu anggota keluarga yang suka terlalu banyak mengkritik. Meskipun ini salah di pihak mereka,kita tidak memiliki kendali atas tindakan atau kata-kata orang lain. Kuncinya adalah tidak memasukkan komentar negatif ke dalam hati. Ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, tetapi jika berhasil melakukannya, ini dapat mengurangi perasaan cemas.
-
Bicara Tentang Hal-Hal yang Anda Sukai
Menangani kecemasan sosial di pertemuan keluarga lebih mudah saat Anda membicarakan sesuatu yang Anda sukai. Itu bisa tentang hewan peliharaan,fashion,hobi, atau film yang baru saja Anda tonton, jangan takut membicarakan hal-hal yang membuat Anda bahagia.
-
Buat Batasan
Banyak dari kita memiliki kerabat usil yang mengajukan terlalu banyak pertanyaan yang sangat pribadi. Jika Anda terjebak dalam situasi dengan orang tersayang yang terlalu banyak bicara, Anda tidak berkewajiban untuk menjawab pertanyaan mereka. Arahkan percakapan dengan sopan ke arah yang berbeda atau beri tahu mereka bahwa Anda lebih memilih tidak memberi jawaban.
Baca juga :
Bagaimana Mengatasi Social Anxiety Lebih Lanjut ?
Kecemasan sosial bukan sekadar “malu” atau tidak suka berada di keramaian. Jika rasa takut dinilai, kekhawatiran berlebihan, atau keinginan menghindari situasi sosial mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, Anda bisa mulai mencari tahu apa yang sedang terjadi.
Konsultasikan dengan psikolog untuk memahami pola kecemasan Anda dan menemukan strategi yang lebih adaptif untuk menghadapinya.

Membantu setiap
anggota keluarga bertumbuh
Dapatkan akses ke layanan
Asesmen • Konseling • Terapi